Religi

Dalil Jangan Meniup Makanan dan Minuman yang Panas

Dear, pernah dengar jika makanan panas tidak boleh ditiup?

Tapi pasti pernah dong mengalami perut lapar, ingin makan tapi makanan baru selesai di masak dan masih panas. Apalagi kalau kita pesan bakso, soto, atau mi ayam. Tidak ketinggalan mi instan buatan kita sendiri. Pasti tidak sabar ingin segera menyantapnya. 

Biasanya kita dengarkan atau membaca penjelasan dari segi medis. Tapi kali ini, team cafeteria akan menyajikan dari segi Agama yang dirangkum dari berbagai sumber. Sungguh Islam Itu indah.
Beberapa hadist larangan menyantap makanan dan meminuman yang masih panas.
.
عن أسماء بنت أبي بكر: أنها كانت إذا ثردت غطته شيئا حتى يذهب فوره ثم تقول : إنى سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: “إنه أعظم للبركة يعني الطعام الذي ذهب فوره .
.
Dari Asma binti Abu Bakr, sesunguhnya beliau jika beliau membuat roti tsarid wadahnya beliau ditutupi sampai panasnya hilang kemudian beliau mengatakan, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya makanan yang sudah tidak panas itu lebih besar berkahnya”.
📚 [HR Hakim no 7124]
.
عن أبي هريرة رضي الله عنه أنه قال: ” لا يؤكل طعام حتى يذهب بخاره .
.
dari Abu Hurairah, beliau mengatakan “Makanan itu belum boleh dinikmati sehingga asap panasnya hilang”.
📚 [Diriwayatkan oleh al Baihaqi dg sanad yg sahih]
.
عَنْ أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِىِّ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- نَهَى عَنِ النَّفْخِ فِى الشُّرْبِ .
.
Dari Abu Said Al Khudri bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang meniup minuman.
📚 (HR. Tirmidzi)
.
Dan beberapa pendapat dari para ulama yang belajar hadist dan ilmu agama
An-Nawawi mengatakan,” Larangan bernafas di dalam gelas ketika minum termasuk adab. Karena dikhawatirkan akan mengotori air minum atau ada sesuatu yang jatuh dari mulut atau dari hidung atau semacamnya”.
(Syarh Shahih Muslim, 3/160)
.
Hal yang sama juga disampaikan Ibnul Qoyim, “Meniup minuman bisa menyebabkan air itu terkena bau yang tidak sedap dari mulup orang yang meniup. Sehingga membuat air itu menjijikkan untuk diminum. Terutama ketika terjadi bau mulut. Kesimpulannya, nafas orang yang meniup akan bercampur dgn minuman itu. Karena itulah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menggabungkan larangan bernafas di dalam gelas dengan meniup isi gelas”.
(Zadul Ma’ad, 4/215)
Lalu bagaimana sebaiknya? ketika kita terlalu lapar dan makanan yang disajikan masih panas… Kita kipas2 saja ya dear. Ingat hadist di atas, bahwa makanan yang sudah tidak panas itu lebih besar berkahnya.
cafeteria
Admin Cafeteria ID

You may also like

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Religi