Religi

3 Kiat Sambut Bulan Suci Ramadhan

Alhamdulillah, besok kita sudah memasuki bulan suci Ramadhan, bulan yang selalu ditunggu-tunggu kehadirannya oleh 1,2 milyar lebih Umat Islam di seluruh dunia. Bulan dimana kita menumpahkan seluruh amal dengan optimal demi mencari keridhoan Allah SWT, mendapatkan pengampunan dari dosa, dan menjadi insan yang bertakwa.
Apa saja yang harus kita persiapkan untuk menyambut bulan suci Ramadhan, agar ibadah sebulan penuh dapat kita lakukan dengan sebaik-baiknya ? berikut ini ada beberapa kiat yang bisa kita lakukan untuk menyambut bulan suci Ramadhan.
Pertama, berdoa kepada Allah agar dipertemukan dengan bulan suci Ramadhan dan meminta petunjuk dan hidayah agar dapat menjalani ibadah dengan baik selama bulan Ramadhan. Meminta agar dijauhkan dari perkara-perkara duniawi yang tidak perlu (selain rutinitas pekerjaan atau tugas sehari-hari) yang menyibukkan diri hingga lupa memaknai Ramadhan sebagai bulan untuk men-charger kembali iman, mengingat urusan akherat, membakar dosa-dosa, dan “madrasah” untuk menjadi muttaqien, sehingga dengan derajat dan keutamaan ini, Allah ridho memasukkan kita ke dalam Surga, menutup rapat pintu neraka, menjauhkan hidup dari kesia-siaan yang merupakan celah-celah kesalahan. Apalah arti ilmu sedalam lautan, iman sepenuh dada, dan ibadah yang tangguh jika Allah tidak ridho pada kita maka semua itu tidak membawa kebaikan, karena bila Allah tidak memberi petunjuk yang menerangi hatinya dan menjaganya, ilmu dan iman itu akan sia-sia dan ibadahnya tidaklah diterima, maka berdoalah kepada-Nya, meminta dan memohon diberi petunjuk dan hidayah, meminta diberi hati yang baik, diberi penjagaan yang baik.
“Ya Allah, serahkanlah aku kepada Ramadhan dan serahkan Ramadhan kepadaku dan Engkau menerimanya kepadaku dengan kerelaan”
 
 
Kedua, membekali diri dengan ilmu fiqih tentang puasa. Ilmu harus dipersiapkan dan menjadi bekal yang baik untuk beribadah, karena ibadah yang baik tidak dilihat dari kuantitasnya, melainkan kualitasnya, dan kualitas dari ibadah tidaklah mungkin dapat dicapai tanpa adanya ilmu. Ilmu dalam Ibadah seperti pondasi dalam bangunan, ibadah akan rusak dan runtuh sebagaimana bangunan ketika ditinggikan tanpa adanya pondasi yang kokoh yaitu pemahaman ilmu agama yang baik, dan pemahaman ilmu tidak akan datang tanpa adanya petunjuk yang menjadi penerang, dan hidayah sebagai pembuka hati dimana ilmu itu akan tersimpan.
“Orang yang berilmu mengetahui tingkatan-tingkatan ibadah, perusak-perusak amal, dan hal-hal yang menyempurnakannya dan apa-apa yang menguranginya” (Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah)
Ketiga, mempersiapkan diri secara fisik, ruhani, mental, dan spiritual. Ibadah puasa akan sangat terbantu oleh kekuatan stamina fisik yang baik karena ibadah puasa memerlukan ketahanan dan kekuatan fisik. Orang yang kuat secara fisik akan mampu menjalani ibadah-ibadah dibulan suci Ramadhan dengan lebih optimal daripada orang yang lemah secara fisik karena memiliki keterbatasan ketahanan tubuh. Imbangi ibadah secara fisik (shalat dan tadarus) dengan amalan-amalan hati, spiritual, dan intelektual dengan lebih berimbang, tidak perlu menggenjot ibadah terlalu dipaksakan jika memang ketahanan fisik kita kurang. Berbuat adil pada tubuh dengan tidak hanya memfokuskan pada satu amalan yang bersifat fisik semata, tapi juga kepada hikmah-hikmah hati.
“…Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa…” (Q.S Al-Ma’idah [8])
Dan akhirnya, semoga kita dapat menjalani ibadah puasa Ramadhan dengan sebaik-baiknya dan menjadikan Ramadhan tahun ini sebagai Ramadhan terbaik dari tahun-tahun sebelumnya, sehingga jika umur kita hanya sebatas pada Ramadhan tahun ini, inilah Ramadhan terakhir yang membuat kita terlahir suci kembali.
Marhaban Ya Ramadhan..
Please follow and like us:

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *