Informasi

Tiga Wanita yang Tercatat dalam Kehidupan Einstein – Marie Winteler (I)

Marie Winteler adalah kekasih pertama Einstein selama bersekolah di Aurau, sebuah daerah pedesaan di Swiss yang terletak di pinggiran sungai dan di kelilingi oleh hamparan kebun anggur. Marie adalah putri keluarga Winteler dimana rumahnya menjadi tempat tinggal bagi Einstein selama tinggal di Aurau.

Ayah Marie yang juga merupakan salah satu guru sekolah Einstein sangat antusias menerima kehadiran Einstein di tengah-tengah keluarganya. Pada malam hari, Einstein akan bermain biola untuk menghibur keluarga Winteler, berduet dengan Marie yang jago bermain Piano. Sementara pada akhir pekannya berekreasi mendaki gunung, melihat burung-burung.

Hal yang paling disukai Einstein di Aurau adalah karena ini adalah Swiss bukan Jerman dimana debat intelektual begitu sangat terbuka dan tidak cenderung kaku, hal ini menyebabkan Einstein tumbuh dengan pesat. Saat itu Einstein masih memiliki attitude terhadap kerapihan dibandingkan di masa dewasanya kelak yang kusut, terlihat ramah dan sopan, berkumis tebal dan berambut hitam yang menyebabkan dirinya menjadi pusat perhatian kaum hawa.

Sosoknya sangat percaya diri dan penuh dengan semangat dalam pergaulan, seperti ia suka tertawa dan mengeluarkan olok-olokan jenaka yang melunturkan keangkuhan dan kepura-puraan. Sikapnya ini akan tetap bertahan mempengaruhi hidupnya dan pemikirannya kelak. Entahlah, apakah Aurau yang mengubahnya menjadi demikian atau karena kombinasi dari gairahnya terhadap musik, keterbebasan dari keinginan ayahnya yang mengurung keinginannya dari fisika dan matematika, dan hubungan romantisnya dengan Marie.

Sayangnya hubungan Einstein dan Marie tidak berlangsung lama, harus diakhiri seiring dengan  kembalinya Einstein ke Zurich, selepas sekolah di Aurau. Hasrat Einstein kepada wanita tidaklah sebesarnya hasratnya pada fisika dan matematika, hal inilah yang menyebabkan Einstein bisa segera melupakan kenangan romantisnya hubungan kebersamaannya dengan Marie selama di Aurau karena di Zurich, fisika dan matematika menjadi pusat perhatiannya yang menyalakan api gairah jiwanya.

Sumber: Einstein & Relativitas

cafeteria
Admin Cafeteria ID

You may also like

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Informasi