Informasi

Nussa: Kak Nussa!!

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّن قَوْمٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُونُوا۟ خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَآءٌ مِّن نِّسَآءٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ وَلَا تَلْمِزُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا۟ بِٱلْأَلْقَٰبِ بِئْسَ ٱلِٱسْمُ ٱلْفُسُوقُ بَعْدَ ٱلْإِيمَٰنِ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّٰلِمُونَ
Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.
(QS. Al-Hujurat 11)

Episode serial Nussa kali ini sepertinya menjawab pertanyaan dan kegusaran Netizen, terkait Rara yang selalu memanggil abangnya dengan panggilan nama secara langsung, yakni “Nussa”, bukan “Kak”, “Abang”, “Aa”, atau sebutan lainnya untuk menghormati yang lebih tua usianya. Begitu pun dengan Nussa yang memanggil Rara dengan tidak menggunakan panggilan  “Dek” untuk adiknya.

Alasan kegusaran karena takut hal ini dapat ditiru oleh anak-anak, memanggil kakak atau adiknya dengan nama secara langsung, meski sebagian orang merasa tidak menjadi masalah karena hal ini hanya persoalan budaya.

Sekarang, tak perlu khawatir lagi, karena sejak episode ini Nussa dan Rara akan memanggil satu sama lain dengan panggilan “Kak” dan “Dek”. Kok bisa?

Berawal dari Nussa membaca buku, tertera kalimat yang sulit dicernanya “Tiga S adalah budaya Indonesia: senyum – sapa – salam”. Hal ini kemudian ditanyakan pada ibunya. Rara yang mendengar pertanyaan abangnya itu mempercandainya, “Masa gitu aja gak tahu sih?”. Rara kemudian memberikan contoh dengan memperagakan senyum, sapa, dan salam. Tentu saja Rara memberikan contoh sesuai dengan apa yang diketahuinya. Nussa hanya menghela nafas setelah mendengarkan kata-kata adiknya, “Huff, ya kalau gitu Nussa juga tahu Ra”.

Ibunya tertawa kecil, kemudian menjelaskan dengan lembut, “Jadi 3 S itu…”. Penjelasan ibunya disimak dengan baik oleh Nussa dan Rara. Setelah mendengar penjelasan ibunya, terutama terkait dengan sapaan, Nussa berkata, “Pantesan, Nussa sering dipanggil: ‘Abang Nussa, mau kemana kau?’ sama Pak Ucok. Terus suka disapa gini sama Mbok Darmi: ‘Mas Nussa, sini monggo mampir sek to’.

Tak mau kalah dengan abangnya, Rara juga ikut bercerita, “Oh iya, Rara juga suka dipanggil: ‘Dek Roro, sudah pulang sekolah to’. Terus: ‘Mbak Rara, cuaanntiiikk banget’, gitu Ma.. heehhee.. ehhee..”. Kata-kata terakhir Rara segera dibalas Nussa “Euhh.. GeEr deh..”

Ibunya kemudian berkata dengan sedikit geli, “Itu panggilan sayang, Ra. Panggilan ‘Mbak’,  ‘Mas’, ’Adik’, ‘Kakak’, ‘Abang’ tanda orang itu menghormati kita, kan Allah memerintahkan untuk memberikan panggilan nama yang baik”

Mendengar penjelasan ibunya, Nussa teringat sesuatu, “Oh iya, dalam surat Al-Hujurat ayat 11: ‘Dan janganlah kalian panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk’”.

Rara kemudian berpikir, “Berarti Rara harus panggil Nussa ‘Kakak’, ‘Mas’, ‘Abang’, atau apa dong?”

“Rara boleh panggil ‘Kakak Nussa’,” jawab Ibunya sambil memegang bunga mawar dan digoyangkan seolah bunga mawar itu adalah Rara, “Nah, Nussa boleh panggil ‘Adik Rara’ (menunjukkan bunga mawar lainnya di samping bunga mawar pertama dan digoyangkan seolah itu adalah Nussa), yang penting harus memberi nama panggilan yang baik”

Dari sinilah awal mula sebutan ‘Kakak Nussa’ dan ‘Adik Rara’ timbul. Nussa berkata, “Adik Rara mulai sekarang kamu panggil aku Kakak Nussa ya. Oke?”

“Oke,” jawab Rara, “Mulai hari ini Rara akan panggil Kakak Nussa”

“Nah, gitu dong,” balas Nussa terenyum sambil membuka kembali buku yang dibacanya.

“Dan Abang Nussa,” lanjut Rara, yang membuat Nussa kaget. “Besoknya lagi, Mas Nussa,” tambah Rara dengan wajah bercanda.

“Huffttt..,” Nussa menghela nafas karena adiknya sudah mulai menggodanya lagi mengajak bercanda.

“Terus Aa Nussa..” lanjut Rara. Nussa pun bangkit dan memutar balik tubuhnya. Rara kemudian ikut bangkit dan mengeekorinya, “Atau .. Bro, Bro, heehhe.. Mas Bro ehheheh,” Rara terkekeh tak berhenti menggodanya. “Mas Bro Nussaa.. hheehee”

“Seterah kamu deh..” balas Nussa sambil pergi membawa bukunya.

Rara pun hanya cekikian dan kemudian mengikuti abangnya itu.

Quote di akhir tayangan Nussa:

“Yang muda menghormati yang lebih tua, yang lebih tua menyayangi yang muda
Bila semua sudah tertata sesuai Agama, kebaikan akan menyertai semuanya”

 

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *